Senin, 12 Agustus 2013

Dalam Doaku


Gambar dari Weheartit


Oleh Sapardi Djoko Damono


"Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini,
kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin
yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi
dan bibirnya di rambut, dahi dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu




Apalagi yang bisa kulakukan?


Kau tahu, aku tidak bisa menahanmu meski sangat ingin.
Aku juga tidak bisa jatuh cinta lagi, apalagi berpaling.
Aku bisa melakukan banyak hal, tapi tidak bisa mengenyahkan kamu begitu saja.
Jadi, hanya itu yang bisa kulakukan.
Menunggumu kembali.




Selasa, 11 Juni 2013

Apa artinya?

Taken here

Entah kapan waktu yang tepat untuk melupakanmu aku tidak tahu. Bisa saja 3, 2, setahun yang lalu aku bilang melupakanmu, lalu benar secara perlahan-lahan aku menjauhi semua hal tentang kamu. Namun dipertengahan tahun kau mulai kusebut-sebut lagi. Aku mulai menulis banyak tentangmu.

Aku sadar, aku tidak pernah (bisa) benar-benar melupakanmu. Tapi sesadar-sadarnya aku mengingat kamu, aku juga sadar entah kapan dimulainya, aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.

Aku lupa rasanya deg degan ketika bertemu kamu. 
Lupa pada meriangnya badanku ketika di dekatmu. 
Lupa bagaimana rasanya kupu-kupu beterbangan di perutku ketika memikirkanmu.
Entah itu mual.
Entah itu seperti tersengat ribuan volt listrik.
Apakah itu manis.
Apakah itu pahit.
Atau benar seperti yang orang katakan, jatuh cinta itu rasanya nano nano. Aku sering makan permen nano-nano, namun rasanya tak seperti jatuh cinta.

Aku sadar, aku tidak bisa melupakanmu. Tapi waktu membunuh rasaku dengan sempurna.

Apa artinya meski aku terus mengingat kamu?



Kamis, 11 April 2013

Terimakasih Bijaksana



And they said that after the storm it'd be bright
That the clouds would give way to the sun
And I know you've been waiting for me to come around
I just needed some time to figure it all out

--August. After Rain


Dear Tomku,
Sudah lama berlalu ya, sejak terakhir kali aku menutup buku harianku--sejak aku melepas namamu dari hatiku.

Aku tidak ingin menanyakan kabarmu seperti apa? Karena aku tahu, kau baik-baik saja di sana. Aku bahagia, kau menemukan seseorang yang tepat di saat yang tepat dan hey terima kasih bijaksana. Kau juga membawakanku sekotak kebahagian untuk menjadi bekal. 

Aku baik-baik saja, Tomku. Aku baik-baik saja. Hahaha...aku akan bilang itu berkali-kali meski tak kau tanyakan. 

Entah kenapa, hari ini kenangan-kenangan masa lalu tentangmu berkelebat dalam ingatanku. Bagaimana aku bertemu kamu pertama kali, lalu jatuh cinta diam-diam. Pernah beberapa kali mata kita bersirobok tanpa sengaja. Atau pada beberapa kesempatan bertemu disaat yang tepat. Telepatiku padamu selalu berfungsi kala itu. Aku ingat, kata-kata yang kau dan aku ucapkan pagi itu saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kau tertawa. Mukaku memerah. 

Sesekali aku juga pernah patah hati karenamu, tapi selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali. Ingat panggilanmu Malaikat Penjaga? Kau akan menjadi selamanya seperti itu. 

Jangan salah sangka, aku tidak hendak merebut hatimu kembali. Lathifa kecilmu sudah cukup membuatku berhenti menunggu. Aku sudah move on. Sungguh. Aku bahkan tidak memintamu untuk mengingat apa-apa lagi. Cukup ingat aku sebagai temanmu saja. Teman satu almamater. Sudah, itu saja.

Tapi Tom. Harus kuakui satu hal. Ternyata kau masih menjadi sumber-sumber inspirasiku. Tokoh utama dalam tulisan-tulisanku. Tidak apaa-apa kan? Aku yakin, kau juga masih menjadi penggemar cerita-ceritaku.  Tenang saja, mungkin suatu hari aku akan bikin cerita tentang keluarga kecilmu itu. Mungkin bisa kau dongengkan kepada Lathifa sebelum tidur? Kapanpun itu, bilang ya pada gadis kecil itu Tantenya seorang penulis hebat :)

Thanks for all Bijaksana. Happily ever after.



Pic here

Rabu, 16 Januari 2013

Yang tak terucap

Source


"Hai, apa kabar?"

Aku ingin sekali mengatakan itu padamu Senin itu. Tapi logikaku membungkamnya. Logikaku mengingatkan bahwa kau bukan milikku lagi. 

Maka dengan lirih aku hanya berucap, "Happy birthday, Tomku. Hope you happily ever after."




*sambil memandang layar moniorku. 14 Januari 2012

Senin, 26 November 2012

kita hanyalah 2 orang asing yang bertemu di tengah jalan



....tidak pernah berjanji meski kata "promise" sering melengkapi cerita.

Namun itu bukanlah janji untuk menjadi "kita" selama-lamanya, tapi untuk tetap menjadi "kau" dan "aku" saja.

Tidak ada janji untuk tinggal, tidak ada janji untuk menunggu.

Sering kali kita berpisah di suatu tempat. Lalu bertemu di tempat lain. Saling memunggungi. Saling berhadapan. Selalu tidak pernah meminta suatu keharusan. Kita akan tetap menjadi kau dan aku. 

Ya itulah janji kita. Janji dua orang asing yang bertemu di tengah jalan.

Suatu saat, salah seorang dari kita ingkar janji. Seorang dari kita tidak ikut berbalik ketika yang lainnya beranjak pergi. Ia menatap punggung itu sambil menunggu--berharap berbalik dan tersenyum sembari berkata, "jika ada yang harus terus berjalan, maka yang berjalan itu adalah "kita" bukan "aku atau "kau" saja."

Salah seorang dari kita ingkar janji. Lalu menanggung kosekuensinya dengan kehilangan punggung itu. Tidak ada lagi cerita-cerita dua orang asing yang bertemu di tengah jalan. Seseorang menunggu. Seseorang terus  berjalan. Entahlah sampai kapan. Mungkin sampai pertemuan selanjutnya. Sampai seseorang dari kita lelah pergi lalu kembali, atau salah seorang lelah menunggu lalu pergi dan menemukan seseorang lainnya yang bersedia memberi izin untuk menunggu, atau menautkan kelingkingnya menjadi kata "KITA". 

Entahlah.

Salah satu dari kita akhirnya ingkar jadi.

....dan orang itu adalah AKU.





Jumat, 05 Oktober 2012

I'm Not Followers


aku hanyalah seseorang yang berada begitu jauh darimu,
seseorang yang tak kau sadari keberadaannya,
seseorang yang terlalu mengagumimu,
seseorang yang diam-diam begitu peduli padamu,
seseorang yang selalu menyimpan tangisnya untukmu,
seseorang yang (mungkin) perlu kau jaga hatinya untuk tak terluka.

bisakah?


Kamis, 20 September 2012

Ini Catatan Terakhir Tentang Kamu, Hampir Setahun Yang Lalu



Source Here


Ada catatan terakhir yang kutulis tentang kamu, dear tomku. Tidak mudah memang mengakhiri apa yang menjadi candu selama ini. kamu seperti abjad-abjad yang senantiasa kurangkai dalam buku harianku. Selama aku masih bisa menulis, sulit sekali menepikan kamu dari ingatanku.

Tapi segala sesuatu yang tak pasti memang harus menjadi pasti bukan? Kau terlalu abu-abu untukku. Bahkan senantiasa menjadi kabur dan memutih seperti lembar-lembar kosong yang sering kupandangi setiap mengingat kamu. Aku ingin jingga. Aku ingin merah. Bahkan aku ingin kamu seperti warna-warni pelangi yang sering kali kupesankan salam untukmu. Tidak bisakah?

Aku memang terlalu banyak berharap padamu. Harapku melebihi tangis yang kupendam diam-diam. Berharap kamu mengerti, satu kali saja.

Tidak mudah menjadi aku, tomku. Sama sulitnya ketika aku harus menutup lembar terakhir buku harianku. Sesulit menahan mendung dipangkuan. Rasanya menyesakkan.

Memang tidak mudah menjadi aku. Sesulit membiarkan bayangmu menjadi putih selama-lamanya. Memang sangat sulit karena harus melepasmu dari hatiku selamanya.

Maaf, ini harus menjadi yang terakhir.
Maaf karena tidak menitipi harapan lagi untuk bertemu dimasa depan.
Maaf terlalu mencintaimu sampai menjadi candu.
Dan terima kasih atas kesediaanmu mengisi lembar-lembar hidupku.
Terima kasih.
Hari ini kulepas kau dari hatiku.


Padang, 8 Januari 2012
Di sudut yang terasa sesak









I'll Wait

Source Here


Hi, Mr.Engineer!
Apa kabarmu disana?
Apakah kau baik-baik saja?
Apakah kau merindukanku?
atau pernah mencari-cari tanda kehadiranku meski lewat selembar picture multimedia?
atau mondar-mandir di halaman blogku sekedar mengetahui perasaanku kala itu?
Apa aku merindukanmu?
Apa terselip satu, dua buah kalimat yang bercerita tentang kamu?
Apa pernah kau pahami panggilan kesayangan yang selalu kurapalkan di setiap awal kalimat?
Entahlah, Mr!
Kau entah dibelahan dunia mana berada.
Entah sedang memikirkanku, atau malah tak pernah sama sekali.
Terkadang aku merasa abnormal karena memikirkanmu setiap saat.
Rasanya seperti tergantung di awang-awang.
Perutku mules dan dadaku sesak. Namun tak tahu bagaimana bisa jatuh dan kapan?
Aku menunggu, Mr. Engineer.
Menunggu kamu merindukanku.


atau membunuh rinduku.....






Kamis, 16 Agustus 2012

Hei Kamu! Kapan Pulang?

Baby you said your all that i need

Baby you said you make me complete
Just come back home
Just come back home to me

(Nidji)



home is where your heart is..



teruntuk kamu yang diseberang sana. 
ini rindu atau bukan, tapi aku berharap kamu pulang