Tampilkan postingan dengan label Letters to you. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Letters to you. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

can you hear that?




Susah untuk tak jujur pada hati. Dan ketika kukatakan padamu, kau hanya membisu. Aku sudah tahu kau akan demikian. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengatakannya.

Aku kangen kamu.



Senin, 13 Januari 2014

semoga bukan ucapan selamat tinggal

http://weheartit.com/

Pagi ini pukul setengah delapan, suratmu akhirnya sampai di hadapanku. Hanya selembar dan beberapa baris kalimat.

Dear De,

Jogja akan selalu menunggumu. Entah kapan kamu ke sini. Dan meski tanpa ada aku, kamu pasti akan menikmatinya.
Jo.


Ada sesuatu yang menyesak di dadaku tiba-tiba. Aku merasa, kamu sudah tidak akan ada lagi di sana.


Kamis, 11 April 2013

Terimakasih Bijaksana



And they said that after the storm it'd be bright
That the clouds would give way to the sun
And I know you've been waiting for me to come around
I just needed some time to figure it all out

--August. After Rain


Dear Tomku,
Sudah lama berlalu ya, sejak terakhir kali aku menutup buku harianku--sejak aku melepas namamu dari hatiku.

Aku tidak ingin menanyakan kabarmu seperti apa? Karena aku tahu, kau baik-baik saja di sana. Aku bahagia, kau menemukan seseorang yang tepat di saat yang tepat dan hey terima kasih bijaksana. Kau juga membawakanku sekotak kebahagian untuk menjadi bekal. 

Aku baik-baik saja, Tomku. Aku baik-baik saja. Hahaha...aku akan bilang itu berkali-kali meski tak kau tanyakan. 

Entah kenapa, hari ini kenangan-kenangan masa lalu tentangmu berkelebat dalam ingatanku. Bagaimana aku bertemu kamu pertama kali, lalu jatuh cinta diam-diam. Pernah beberapa kali mata kita bersirobok tanpa sengaja. Atau pada beberapa kesempatan bertemu disaat yang tepat. Telepatiku padamu selalu berfungsi kala itu. Aku ingat, kata-kata yang kau dan aku ucapkan pagi itu saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kau tertawa. Mukaku memerah. 

Sesekali aku juga pernah patah hati karenamu, tapi selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali. Ingat panggilanmu Malaikat Penjaga? Kau akan menjadi selamanya seperti itu. 

Jangan salah sangka, aku tidak hendak merebut hatimu kembali. Lathifa kecilmu sudah cukup membuatku berhenti menunggu. Aku sudah move on. Sungguh. Aku bahkan tidak memintamu untuk mengingat apa-apa lagi. Cukup ingat aku sebagai temanmu saja. Teman satu almamater. Sudah, itu saja.

Tapi Tom. Harus kuakui satu hal. Ternyata kau masih menjadi sumber-sumber inspirasiku. Tokoh utama dalam tulisan-tulisanku. Tidak apaa-apa kan? Aku yakin, kau juga masih menjadi penggemar cerita-ceritaku.  Tenang saja, mungkin suatu hari aku akan bikin cerita tentang keluarga kecilmu itu. Mungkin bisa kau dongengkan kepada Lathifa sebelum tidur? Kapanpun itu, bilang ya pada gadis kecil itu Tantenya seorang penulis hebat :)

Thanks for all Bijaksana. Happily ever after.



Pic here

Rabu, 16 Januari 2013

Yang tak terucap

Source


"Hai, apa kabar?"

Aku ingin sekali mengatakan itu padamu Senin itu. Tapi logikaku membungkamnya. Logikaku mengingatkan bahwa kau bukan milikku lagi. 

Maka dengan lirih aku hanya berucap, "Happy birthday, Tomku. Hope you happily ever after."




*sambil memandang layar moniorku. 14 Januari 2012

Jumat, 05 Oktober 2012

I'm Not Followers


aku hanyalah seseorang yang berada begitu jauh darimu,
seseorang yang tak kau sadari keberadaannya,
seseorang yang terlalu mengagumimu,
seseorang yang diam-diam begitu peduli padamu,
seseorang yang selalu menyimpan tangisnya untukmu,
seseorang yang (mungkin) perlu kau jaga hatinya untuk tak terluka.

bisakah?


Kamis, 20 September 2012

Ini Catatan Terakhir Tentang Kamu, Hampir Setahun Yang Lalu



Source Here


Ada catatan terakhir yang kutulis tentang kamu, dear tomku. Tidak mudah memang mengakhiri apa yang menjadi candu selama ini. kamu seperti abjad-abjad yang senantiasa kurangkai dalam buku harianku. Selama aku masih bisa menulis, sulit sekali menepikan kamu dari ingatanku.

Tapi segala sesuatu yang tak pasti memang harus menjadi pasti bukan? Kau terlalu abu-abu untukku. Bahkan senantiasa menjadi kabur dan memutih seperti lembar-lembar kosong yang sering kupandangi setiap mengingat kamu. Aku ingin jingga. Aku ingin merah. Bahkan aku ingin kamu seperti warna-warni pelangi yang sering kali kupesankan salam untukmu. Tidak bisakah?

Aku memang terlalu banyak berharap padamu. Harapku melebihi tangis yang kupendam diam-diam. Berharap kamu mengerti, satu kali saja.

Tidak mudah menjadi aku, tomku. Sama sulitnya ketika aku harus menutup lembar terakhir buku harianku. Sesulit menahan mendung dipangkuan. Rasanya menyesakkan.

Memang tidak mudah menjadi aku. Sesulit membiarkan bayangmu menjadi putih selama-lamanya. Memang sangat sulit karena harus melepasmu dari hatiku selamanya.

Maaf, ini harus menjadi yang terakhir.
Maaf karena tidak menitipi harapan lagi untuk bertemu dimasa depan.
Maaf terlalu mencintaimu sampai menjadi candu.
Dan terima kasih atas kesediaanmu mengisi lembar-lembar hidupku.
Terima kasih.
Hari ini kulepas kau dari hatiku.


Padang, 8 Januari 2012
Di sudut yang terasa sesak









I'll Wait

Source Here


Hi, Mr.Engineer!
Apa kabarmu disana?
Apakah kau baik-baik saja?
Apakah kau merindukanku?
atau pernah mencari-cari tanda kehadiranku meski lewat selembar picture multimedia?
atau mondar-mandir di halaman blogku sekedar mengetahui perasaanku kala itu?
Apa aku merindukanmu?
Apa terselip satu, dua buah kalimat yang bercerita tentang kamu?
Apa pernah kau pahami panggilan kesayangan yang selalu kurapalkan di setiap awal kalimat?
Entahlah, Mr!
Kau entah dibelahan dunia mana berada.
Entah sedang memikirkanku, atau malah tak pernah sama sekali.
Terkadang aku merasa abnormal karena memikirkanmu setiap saat.
Rasanya seperti tergantung di awang-awang.
Perutku mules dan dadaku sesak. Namun tak tahu bagaimana bisa jatuh dan kapan?
Aku menunggu, Mr. Engineer.
Menunggu kamu merindukanku.


atau membunuh rinduku.....






Kamis, 16 Agustus 2012

Hei Kamu! Kapan Pulang?

Baby you said your all that i need

Baby you said you make me complete
Just come back home
Just come back home to me

(Nidji)



home is where your heart is..



teruntuk kamu yang diseberang sana. 
ini rindu atau bukan, tapi aku berharap kamu pulang




Kamis, 19 Juli 2012

Jumat, 13 April 2012

Aku bilang "Selamat Datang" dan "Selamat Tinggal"



Aku baru saja mengunjungi kota itu. Kota tempat kamu dan dia mengikat janji. Kota tempat kamu melarikan diri dari sehabis memahat kenangan bersamaku.

Kupikir aku akan merasa sedih. Kupikir aku akan kesepian karena tidak menyertakan kamu dalam perjalananku. Kupikir semuanya sudah terasa buram. Nyatanya, tidak ada  nyeri yang terasa. Tidak juga terasa pahit. Hanya sepotong harapan, bahwa kau disana akan baik-baik saja bersamanya.

Selamat datang di kotamu. Selamat tinggal kamu, Dear Tomku.



dalam hujan di sudut kota Batam.


Jumat, 30 Maret 2012

Inilah Kesudahannya


Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang jatuh cinta, ada yang patah hati. Ada yang bersedih, ada yang bahagia. Setidaknya aku tahu, saat ini dia sedang menerima kedatangan seseorang, sedang jatuh cinta dan sedang bahagia. Meski yang kualami malah kebalikannya. Tidak ada yang pernah ingin berlama-lama berada pada situasi itu. Dan aku tahu, aku pun demikian. Selamat menempuh hidup baru, Dear Tomku. Saatnya melepas namamu dari hatiku...


Jumat, 23 Maret 2012

How are you?

Source

Dear Tomku,


Kau tahu, aku sudah berpasrah mengharapkan dirimu. Sampai batas apa aku menunggumu, aku juga tak tahu. Semua kukembalikan sebagaimana mestinya. Aku hanya berharap, sesekali kau muncul di depan pintu. Sekedar berkata, bahwa kau baik-baik saja disana. Tahukah kau, semua mencari-carimu--bukan cuma aku.

Jadi, datanglah sesekali. Kami semua merindukanmu...




Love,

Senin, 19 Maret 2012

Apa Kabar "Kita"?

Aku nggak tahu harus bertahan berapa lama lagi--menunggu kamu mengatakan bahwa "kita" masih baik-baik saja. Aku menghabiskan ribuan waktu, ratusan lembar kertas, berkotak-kotak tinta, mengirim doa-doa ke angkasa. Sekedar berharap langit berkompromi mengirimkan pesan-pesanku padamu.

Ini sudah tahun ke-2, dear, dan disana kau masih membatu seolah tak tergerak bahkan sekedar mengirimiku penjelasan.

Atau mungkin kita memang sedang tidak baik-baik saja, seperti yang mereka bilang?

Ya, aku mungkin aku terlalu setia. Berharap terlalu banyak pada cinta yang kau tawarkan. Bahkan yang kau tinggalkan pun tak cukup menakar seberapa besar kepenatanku menunggu kamu.

Mereka bilang kau dan aku sudah habis. Tapi aku tak peduli dengan apa yang mereka katakan. Karena disini masih ada namamu mengisi lembar-lembar harapanku. Aku yakin, kau pun demikian.

Jadi, kita masih baik-baik saja kan?





Minggu, 05 Februari 2012

Memendam Rahasia (true love maybe)


 
Ada seseorang yang begitu mencintaimu diujung sana. Yang selalu menyimpan lelahnya dalam pelukan. Tidak berharap banyak. Cukup kau tahu saja bahwa dia ada. 



Padang, 06 Januari 2012

Sabtu, 10 Desember 2011

I wish i could forget you


 Menit demi menit berlalu tanpa terjadi apa-apa. 
Aku termanggu menatap layar monitor yang kini tampak berkabut.
Seperti menunggu bintang jatuh. Menit-menit itu berlalu tanpa sejenak jeda.
Aku masih menunggu disini. Menunggu kau berkata-kata. Bukan untuk sebuah puisi, bukan pula kata-kata cinta. Hanya demi sebuah ucapan selamat ulang tahun. Darimu, itu berarti sekali.
Namun sekali lagi, kau biarkan aku sendiri disini. 
Tergugu.



Senin, 07 November 2011

Berjarak



"Tomi apa kabar?"

Enggak tahu kekuatan apa, tiba-tiba saja pesan singkat itu kukirimkan kepadamu.

Satu menit...
...................
Dua menit...
..................
Satu jam...
.................
.................
Sehari.......
...............
Dua hari....
...............
...............
Ini hari ke 27. Dan aku belum mendapat balasan apa-apa darimu. Meski itu sekedar tanda titik dua dan tanda kurung didepannya.

Kau membisu.

Aku menangis.

Ah, telepatiku tidak pernah berfungsi lagi....





Jumat, 26 Agustus 2011

05 September


Dear tomku,
05 September nanti aku akan kembali ke kota itu. Kota kenangan kita. Tempat tangis dan tawa tercipta. Tempat cerita-cerita menjadi cinta.

Itu kotamu, tom. Kota yang sangat kamu cintai, begitupun aku.

05 September aku akan kembali kesana. Menyusuri jejakmu. Mengisi paru-paruku dengan udara yang sama.

05 September. Apakah kau masih disana? 

Aku merindukamu, tomku. Bisakah kita bertemu lagi?


Love,

Senin, 27 Juni 2011

Wish You Were Here



Dear Tomku,
Apa kabarmu disana? Satu tahun berlalu hampir tak terasa ya? Dinding-dinding itu kini bertirai debu, berkawan sepi. Apa kau masih mengingat percakapan terakhir kita disana? Kau membisikiku sebuah rahasia. Rahasia yang hanya kita berdua yang tahu. Dinding itu jugakan yang menjadi saksi? 

Aku kangen kamu, Rainman. Apa kamu merasakannya? Telepatiku sampai tidak? Aku sengaja tidak mengirim pesan pendek padamu, atau menelpon untuk sekedar mendengar suara beratmu. Ya, aku sedang mencoba menguji telepati rasaku padamu. Semoga saja masih berfungsi ya? Seperti waktu itu. Sttt...kau mengingatnya kan? Aku tahu kau masih ingat dan akan terus mengenangnya. Itu bisa terlihat dari senyummu yang manis itu. Hihihi...aku mencoba gombal, dear. Biar kamu geregetan dengannya. ^_*

Oh ya, sayang...aku sedang suka-sukanya mendengar lagu "Wish you were here" nya Avril Lavigne. Liriknya aku, kamu banget. *LOLz*

Semua hal kini, berkisah tentang kamu, beb. Kamu yang berjarak ribuan mil dari tempatku berdiri dan entah kapan akan kembali membagi hangatnya peluk.

Aku kangen kamu, Tomku.
dan lagi-lagi, hanya kata itu yang bisa kuungkapkan padamu.
Berharap telepati itu kembali berfungsi....

Love,
De



Source Pic Here 

Rabu, 10 November 2010

Tomku (2)

Dear be,
kau masih ingat tidak dengan pas foto yang kucuri dari lembar biodatanya?
pas foto berukuran 3 x 4 itu belum memudar di dompetku,
aku masih menyimpannya dengan baik,
meski letaknya benar-benar tersembunyi dari ruang lainnya,
sedetikpun aku tidak pernah lupa tempatnya.
di sebelah kanan lipatan dompetku,
tersembunyi dibawah uang seribuan lama yang kupakai sebagai jimat,
berdekatan dengan pas fotoku masa SMP.
kau masih mengingatnya, be?
kau pasti tidak percaya, nomor telponnya bahkan masih menghias phonebook-ku.
suer,
aku sangat merindukannya.
maukah kau sambungkan telepatiku?
perdengarkan suaranya padaku, be.
I miss him so much...

Tomku


Dear be,
dia masih memakai style yang sama ketika aku mengaguminya,
hanya saja kameja bergaris horizontal itu lebih sedikit mendewasakannya,
selebihnya dia masih sama.
celana gomborong,
sepatu volcom,
satu anting magnet hitam disebelah kirinya,
jam tangan disebelah kanannya,
sebatang rokok terselip diantara jemarinya,
rambut cepak yang masih sama,
dan kerutan yang sama menghiasi ketika senyumnya menyapaku.
dia masih Tomku yang dulu, be.
dan siang ini, diam-diam aku mencuri sepotong tatapnya lewat gambar tersembunyi itu.
sampaikan salamku padanya, be.
katakan, "Aku merindukannya"