Senin, 28 Februari 2011

I miss you, but i never told you

Hey...Tiba-tiba saja aku merindukan kamu, sang Fajar Dirgantara. Namun aku tidak tahu bagaimana menyampaikan rasa ini padamu. Kamu telah pergi. Tidak lagi tergapai angan. Kubilang, kamu sudah menjadi bintang nun jauh disana. Entahlah kamu bisa merasakannya atau tidak. Aku tidak pernah tahu jawabannya. 


I really miss you, dear. But, i never told you what I should have said. 
I really miss you...
so, I send you this song. I wish you can hear what I feel now...





I miss those blue eyes, how you kiss me at night
I miss the way we sleep
Like there's no sunrise, like the taste of your smile
I miss the way we breathe


But I never told you what I should have said
No, I never told you, I just held it in


And now I miss everything about you
(Still, you're gone)
I can't believe it, I still want you
(And I'm lovin' you, I never should've walked away)
After all the things we've been through
(I know it's never gonna come again)
I miss everything about you, without you


I see your blue eyes every time I close mine
You make it hard to see
Where I belong to, when I'm not around you
It's like I'm not with me




For  My Fajar Dirgantara

Jumat, 14 Januari 2011

Untuk Tomku


Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku



Dear Tomku,
Selamat ulang tahun ya. Aku tahu, disana kamu tidak lagi bertanya-tanya dengan penelpon misterius yang membangunkanmu di dini hari hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Sangat tahu, bahwa kau tidak lagi penasaran dan mencoba menelpon balik hanya untuk memastikan nama seorang gadis yang berada diujung sana. 

14 Januari 2006.
Kau masih ingat tanggal itu kan?
Pagi itu kita berbincang layaknya dua orang yang sudah saling kenal. Kau bertanya dan aku menjawab. Begitupun sebaliknya. Entah apa temanya saat itu, aku tidak mengingatnya, yang jelas kita sangat menikmati percakapan itu.

Kau bilang, "Kamu sangat lucu". Dan aku tersipu malu menanggapinya. Wajahku merona meski kamu tidak melihatnya. 

Dimulai hari itu, perlahan-lahan waktu merangkak maju, bergandengan tangan bersama langkah kita. Lalu, tahun-tahun berikutnya kisah kita kembali ke kotak Pindora. Bersemayam disana beberapa tahun hingga kamu datang kembali dan membukanya.

Stanger.
Kau masih ingat lagu itu kan?
Cerita kita seperti lagu itu. Aku, kamu--KITA.

14 Januari 2011.
Itu tanggal ini ya? Aku nyaris lupa. Namun ternyata tidak (akan) pernah.

Meski milyaran jarak sudah menjauhkan kau dan aku, meski udara yang sama tidak lagi berpendar disekeliling kita. Tetapi ingatlah, tidak ada jarak dihatiku untukmu. Selamanya, kau akan kusimpan disini, disisi lain detak jantungku. Tidak ada yang berubah meski tahun-tahun telah melewati kita. Kau akan selalu menjadi tokoh utama dalam cerita-ceritaku. 

Happy b'day, Tomku.
I miss you. 
I love you.
and Always been you in my heart...

Rabu, 29 Desember 2010

Cuaca



Prakiraan cuaca yang kubaca pagi tadi ternyata salah. Cuaca tidak selalu panas. Terkadang hujan bisa sesekali turun, sekedar membasahi jalanan yang mengeropos.

Ya, seperti siang ini, tiba-tiba saja panas berubah menjadi hujan. Tidak ada angin kencang membawa kabut. Tidak ada mendung menggelayut. Tidak ada apa-apa yang membuat hujan. Hanya saja mentari terlalu terik bersinar, hingga titik-titik uap menghadirkan embun di udara. 

Sejenak saja. Meski tidak sederas hujan, namun ternyata cukup untuk melepas dahaga yang kekeringan. Ya, hanya sejenak, sebelum akhirnya mentari kembali menyembul...

Selasa, 14 Desember 2010

Set him free



My friends keep telling me,
that if you really love him,
you’ve gotta set him free,
and if he returns in time,
I’ll know he’s mine

Sabtu, 04 Desember 2010

Time is Over


aku tahu,
suatu saat aku akan kehilangan kamu lagi,
dan bila saat itu tiba,
aku akan memasrahkan langkahku pada waktu,
membiarkan ia menyeret tawamu menjauh,
lalu menghapus jejak setelah kamu berbalik.
setelahnya aku hanya bisa berharap,
bahwa waktu akan mengembalikanmu kepadaku,
maka dari itu aku akan selalu disini,
mengeja barisan yang kosong setelah kamu tinggalkan....



Senin, 29 November 2010

Based on True Story : Sepenggal cerita tentang NOVEMBER RAIN (unforgetable moment)

Hujan baru saja mereda ketika semburat pelangi muncul di angkasa. Aku diam menatapnya dari balik kaca jendela. Berharap lukisan langit itu tidak cepat memudar.

“Indah ya, dek?” Tanya Bebel yang kini sudah ada disampingku. Aku mengangguk pelan tanpa menoleh.
“Ya. Pemandangan langit setelah hujan reda memang sangat indah. Itu sebabnya kenapa gue…”
“Suka banget sama hujan?” sela Bebel padaku.
 “Gue tahu kok. Setiap hujan tiba, loe bakal duduk di dekat jendela memandang butirannya. Lalu setelah reda, loe bakal pindah ke atap, buat memandang langit—menunggu pelangi, atau hanya sekedar mengangumi kabut yang menyelimuti perbukitan? Gue tahu semua kebiasaan loe, kok. Loe suka kesendirian” jelasnya pajang lebar, membuatku bungkam. Aku tak pernah menyangka, bahwa dia akan terus mengingat kebiasaanku itu. Sesuatu yang dulu pernah kita lakukan bersama.

“Terkadang gue kangen bareng-bareng lagi, dek. Marathon, hujan-hujanan, menghitung bintang, nulis puisi, denger musik. Gue kangen semuanya. Namun terkadang, segala sesuatu tidak selalu berjalan seperti yang kita mau. Kita nggak bisa mengulang masa lalu. Semua hanya bisa kita kenang. Tapi gue nggak menyesal dengan perpisahan ini, sebab kita ini layaknya barisan abjad yang membentuk sebuah kata, puisi-puisi dan lain sebagainya. Jarak adalah hal terpenting agar kata itu menjadi bermakna”

Aku terngugu mendengar ucapan Bebel itu. Sebagai sahabat, aku tak pernah menyadari bahwa dia juga bisa terluka.

“Setidaknya perpisahan ini mengajarkan kita suatu hal, bahwa kehilangan itu amat menyakitkan. Namun lebih menyakitkan jika kita malah membiarkan kehilangan itu menjauhkan kita tanpa kata” ungkap Mimi diikuti anggukan Bebel.

Kemarin, aku berharap rinai turun menemani langkahku. Berpikir dia akan melebat dan menyembunyikan lukaku dibawahnya.

Lalu hari ini hujan turun, pelan-pelan menghapus jejak yang dia tinggalkan sehabis berlalu.

Dan hari ini juga, aku melihat terang sehabis hujan reda. Bergulir, dia membasuh kabut yang sejenak menggelayut dimataku. Sebagai bonusnya dia hadiahi pelangi tersenyum untukku, dan membiarkan tawaku lebur bersama pijar mentari. 

Benar yang dia katakana. Kita hanya perlu jarak untuk membuat kenangan itu menjadi berarti. []


--------

for my beloved friend (Wieke, Rona, Mimi, Rita)

Selasa, 16 November 2010

Menjelma Kunang-Kunang


Jika sudah tiba saatnya nanti untukku pergi,
aku ingin pergi dengan membawa cinta ini.
tidak ada yang perlu disesalkan.
setidaknya aku pernah bahagia memilikinya.
kau menuliskan kisah yang teramat manis untukku.
semanis madu yang sering kubawakan untukmu,
seindah langit yang kaulukis dipenghujung senja,
dan seterang pendar kunang-kunang yang kau bungkus dalam toples kenangan itu.
kau tahu, semua itu sudah lebih dari satu hal yang kuinginkan.
aku hanya ingin kau menatapku dan berkata "kau cantik hari ini",
hanya itu.
tapi kau memberiku lebih.
maka, kelak jika sudah tiba waktuku,
aku akan pergi dengan membawa cinta ini.
dan jangan kau tanyakan aku kemana?
sebab aku tidak akan kemana-mana.
di depanmu, aku akan menjelma kunang-kunang....

Senin, 15 November 2010

Autumn Day (waiting)


Dear Be,
sudah Autumn lagi, nih.
langit terlihat berwarna di atas kepalaku,
merah, kuning, hijau, coklat.
tampak indah dalam mata beningmu.
kau tahu,
aku sangat ingin menikmati Autumn bersamamu,
melihat dedaunan berguguran disepanjang perjalanan,
melihat tawa kita bertebaran meski nanti winter akan menghapus jejaknya juga.
aku tidak peduli.
aku hanya ingin autumn.
warna-warninya membuat perasaanku lebih baik.

aku sangat ingin, be.
tapi aku tidak tahu kapan.
mungkin lain kali,
saat kau kembali menawarkan jemarimu untuk menggenggamku.
aku akan menunggu....

Rabu, 10 November 2010

Tomku (2)

Dear be,
kau masih ingat tidak dengan pas foto yang kucuri dari lembar biodatanya?
pas foto berukuran 3 x 4 itu belum memudar di dompetku,
aku masih menyimpannya dengan baik,
meski letaknya benar-benar tersembunyi dari ruang lainnya,
sedetikpun aku tidak pernah lupa tempatnya.
di sebelah kanan lipatan dompetku,
tersembunyi dibawah uang seribuan lama yang kupakai sebagai jimat,
berdekatan dengan pas fotoku masa SMP.
kau masih mengingatnya, be?
kau pasti tidak percaya, nomor telponnya bahkan masih menghias phonebook-ku.
suer,
aku sangat merindukannya.
maukah kau sambungkan telepatiku?
perdengarkan suaranya padaku, be.
I miss him so much...

Tomku


Dear be,
dia masih memakai style yang sama ketika aku mengaguminya,
hanya saja kameja bergaris horizontal itu lebih sedikit mendewasakannya,
selebihnya dia masih sama.
celana gomborong,
sepatu volcom,
satu anting magnet hitam disebelah kirinya,
jam tangan disebelah kanannya,
sebatang rokok terselip diantara jemarinya,
rambut cepak yang masih sama,
dan kerutan yang sama menghiasi ketika senyumnya menyapaku.
dia masih Tomku yang dulu, be.
dan siang ini, diam-diam aku mencuri sepotong tatapnya lewat gambar tersembunyi itu.
sampaikan salamku padanya, be.
katakan, "Aku merindukannya"