Jumat, 04 Juni 2010

Padam


Aku pernah menjaga terang itu untuk mu.
Tak letih ku tepis angin yang lalu lalang di dekatnya.
Tak ku hiraukan rasa sakit ketika terang itu menyengat ku.
Ku jaga sinarnya dari redup yang kian memburam.
Itu ku lakukan untuk mu.
Untuk apa?
Pernah suatu hari tanya itu terlontar dari bibir mereka.
Tapi aku membungkam.
Memilih menutup mata dengan semua ragu.
Lalu ku tanya padamu sampai kapan?
Tapi kau diam.
Kau abaikan letih ini.
Bahkan memilih berlalu.
Kau menghilang begitu saja, lalu kembali begitu saja.
Aku bertahan. tapi sampai kapan?
Pelan-pelan ku bertanya pada hati yang lelah ini,
Lalu ia menggungam.
Dan aku tak perlu meminta jawaban mu lagi, sebab kau tak akan pernah tahu jawabannya.
Akhirnya ku padam kan terang itu dari hati ku, dan berlalu.
Maaf, ruangan ini sudah tak berpenghuni...

1 komentar:

novi fazli mengatakan...

memang menyakitkan jika penantiaan dan harapan tak kunjung menjadi kenyataan,tapi itu adalah salah satu pembuktian.
nice post kk :)