Rabu, 06 Juli 2011

Watching the rain fall down


“I wish I could change the weather with my cuteness.”


Kita berdiri di bawah lampu jalan, bayang-bayang cahayanya menembus wajah kuyumu. Dan aku ingat berharap bisa terus bersamamu hanya untuk beberapa waktu. Karena aku tahu, setelah ini aku tidak akan pernah melihat wajah itu lagi.

Aku bisa melihat bayang kita dulu. Menari bertelanjang kaki di atas bebatuan. Satu tanganmu merangkul bahuku. Kita berebut tawa dibawah hujan di bulan November. Telentang di atap, memadang bintang-bintang.Lalu menceritakan segalanya. Aku tak pernah merasa senyaman itu bersamamu.

Apakah kau ingat perasaan itu?

Dan di sinilah aku sekarang hanya berusaha untuk menemukan kenangan bersamamu, hanya berusaha mencari kebaikan dalam perpisahan.

Kau adalah sandaran ketika aku terjatuh, menopang langkahku dalam kebimbangan. Hanya saja perpisahan begitu cepat menghapus tawamu. Meredupkan mentari diangkasa.

Meski demikian aku tahu, hujan di bulan itu akan tetap sama dengan hujan yang kunikmati hari ini, meski tanpa kita berada dibawahnya.

Dan bersama bayang tentangmu, aku duduk di sini sekarang. Melihat hujan jatuh ...

02 November 2010

Source Pic Here


3 komentar:

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

seperti apakah hujan yang kelihatan saat itu?

nurlailazahra mengatakan...

mataku sembab membaca tulisan ini, adakah kisah ini akan berakhir dengan kebahagiaan? entahlah......

De Rawit mengatakan...

@Ra-kun : seperti gumpalan es berwarna putih, lembut seperti kapas. biasa kita memanggilnya Salju. :p

@Nurlailazahra : semoga :)